Minggu, 23 April 2017

BEDAH PLASTIK – BERBAGI WAWASAN



Sering saya membaca di forum2 diskusi maupun diskusi2 tatap langsung di mana seseorang bertanya,” Saya mau operasi bedah Plastik. Dokter bedah plastik mana yang bagus? Katanya Dokter  Anu  itu bagus tapi saya pernah dengar ada pasiennya yang hasilnya kurang bagus jadi saya jadi mundur lagi.”

Bagaimana menjawab pertanyaan seperti ini? Perhatikan analogi berikut...
Saya mau pergi ke Bukittinggi untuk liburan. Bagaimana agar saya sampai kesana dengan baik..? Berhubung karena perjalanan Pekanbaru-Bukittingi akan melewati kelok sembilan yang konon katanya curam dan berbahaya maka saya akan mempersiapkannya sebagai berikut:

1.      Pastikan mobil saya baik. Pastikan bahwa saya akan menjalani prosedur bedah Plastik di tempat yang aman dan benar. Standar kamar operasi yang benar dan di institusi yang benar. Bukan di salon , kamar hotel maupun “door to door”.

2.      Pastikan Sopir saya mempunyai kompetensi yang lengkap. Punya SIM  resmi dan Lulus Uji Kompetensi. Pastikan bahwa anda ditangani oleh Bedah Plastik yang terdaftar resmi. Bukan yang katanya2 atau Wannabe (Plastikoid – ngaku2 Bedah Plastik).

 3.      Pastikan Sopir saya pernah dan tahu jalan ke Bukitting. Banyak orang bisa menyetir mobil, tapi belum tentu tahu dan pernah ke Bukittingi. Pastikan Bedah plastik anda mengerti dan punya pengalaman yang cukup untuk mengerjakan prosedur tersebut. Para Sopir travel Pekanbaru-Bukittinggi melintasi jalan tersebut minimal 2x sehari. Jangankan belokan, lobangpun dia hafal. Jika sang sopir tidak tahu jalan ke bukittingi, walaupun dia tulus dan berniat mengantar, takutnya malah nyasar ke Medan.

4.      Pastikan waktu perjalanan ke Bukittingi diperhitungkan dengan baik. Jangan tengah malam, waktu hujan lebat dan tidak ngebut. Mintakan jadwal operasi di waktu dokternya masih fresh, jangan meminta dilakukan dengan terburu2, menarget waktu dengan persiapan yang kurang baik. Prinsip kehati2an tetap dijaga. Prosedur Bedah Plastik adalah Prosedur Seni dan bukan prosedur cepet2an/hebat2an. Kalau semua disetting serba terburu2 dan target waktu yang mepet, potensi komplikasi semakin tinggi.
Apakah dengan menggunakan 4 prisip di atas dijamin semua aman? Tentu saja tidak, akan tetapi kemungkinan komplikasi/kecelakaan jauh lebih kecil. Bahkan ditangan Sopir Travel berpengalaman sekalipun, kejadian kecelakaan bisa terjadi apalagi yang bukan. Walaupun anda fasih mengendarai sepeda motor bertahun2, minimal pernah slip 1 kali. 

Kalau anda ingin mencari dokter yang “amat sangat berpengalaman sekali” yang tidak pernah mendapatkan komplikasi, itu sama saja mengharapkan seorang balita yang bisa berjalan tanpa mengalami proses jatuh bangun.